Kapolda Bali Lantik Polisi Kehormatan

TEMPO Interaktif, Jakarta: Demi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengamanan Bali, Kepolisian Daerah (Polda) Bali melantik satuan polisi kehormatan (honorary police), Kamis (16/2). Mereka berjumlah 121 orang, yang terdiri atas 27 perwakilan kelompok etnis di Bali, serta berbagai negara seperti Jepang, Belgia dan India.

“Nantinya akan ada perwakilan dari setiap negara yang memiliki konsulat di Bali. Kita masih menunggu konfirmasi mereka,” kata Kapolda Bali Brigadir Jenderal Soenarko. Setelah dilantik, mereka mendapat pelatihan dan pembekalan mengenai mekanisme kerjanya. “Kalau ada kejahatan, mereka punya hotline ke polisi, juga bisa langsung ke saya,” kata Soenarko.

Polisi kehormatan terutama difungsikan untuk penghubung, sumber informasi, sekaligus mengawasi aktifitas masyarakat. Terutama yang berkaitan dengan arus keluar-masuk warga di masing-masing komunitas suku. Anggotanya ditunjuk dan ditentukan oleh masing-masing kelompok etnisnya.

Keberadaan polisi kehormatan itu menandai aktifitas sistem keamanan yang melibatkan masyarakat. Sebagai tanda seseorang telah ditunjuk sebagai polisi kehormatan, di dadanya akan tersemat sebuah lencana dengan logo yang menandakan bahwa mereka di bawah koordinasi Polda Bali binaan Divisi Bina Mitra. Polisi kehormatan tidak dibolehkan menjaga keamanan apalagi menangkap seseorang. Mereka hanya bertugas melaporkan segala aktivitas warga di komunitasnya masing-masing seandainya ada yang mencurigakan.

Salah-seorang anggota polisi kehormatan, Drs Mateus Maya menyatakan, pihaknya sangat gembira bisa dilibatkan dalam mengamankan Bali. Perwakilan dari warga eks Timtim di Bali ini menyebut, Bali sudah menjadi tempat tinggal dimana mereka juga mencari lahan penghidupan. Menurutnya, jumlah warga eks Timtim di Bali mencapai 25 ribu orang yang sebagian besar menetap paska jajak pendapat 1999. “Kami merasa punya kewajiban menjaga Bali,” tegasnya.

Sementara Marto Kiloaf dari Poso Morowali berharap keterlibatan mereka akan meningkatkan kemampuan mendeteksi orang-orang yang mencurigakan. “Jangan sampai ada bom lagi di Bali,” ujarnya. Rofiqi Hasan
Senkom Denpasar

Sumber : TempoInteraktif

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s