Rekonstruksi Bom Bali I, Umar Patek Beraksi di Enam Lokasi

TEMPO, Denpasar – Rekonstruksi peledakan bom Bali I, 12 Oktober 2002, digelar di enam titik di Denpasar dan Legian, Kuta, Denpasar, Bali, Kamis, 20 Oktober 2011. Yakni di Jalan Pulau Menjangan No. 18; Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Jalan Puputan Renon; Terminal Ubung; rumah kos di Jalan Gatot Subroto II No 11, Denpasar; pertigaan Legian; dan Ground Zero. Namun Umar Patek hanya dilibatkan pada rekonstruksi di rumah kontrakan, Jl. Pulau Menjangan No. 18 dan di Terminal Ubung, Denpasar.
Selain Umar Patek, rekonstruksi di Jalan Pulau Menjangan No. 18 juga diikuti empat terpidana seumur hidup, yakni Ali Imron, Mubarok, Abdul Ghoni, dan Sawad. Mereka memperagakan 23 adegan melalui proses perakitan bom dalam sejumlah filling kabinet hingga siap dimasukkan ke mobil L300 bernomor pelat DK 1822 CW yang membawanya ke Kuta. Selain keempat orang itu, ada juga tokoh lain, seperti dr Azhari, Dulmatin, Amrozi, Idris, dan Imam Samudera, yang diperagakan oleh polisi.
Rekonstruksi kemudian berlanjut di dekat Konsulat Amerika Serikat (AS) di Jalan Puputan Renon. Di lokasi ini, hanya Ali Imron yang memperagakannya. Dia menunjukkan bagaimana membawa bom dengan tas plastik kresek menggunakan sepeda motor FzR warna merah.
Sempat terjadi adegan lucu di tempat ini karena Ali Imron meminta lokasi didekatkan dengan gedung Konsulat. “Kalau saya mau meledakkan tidak mungkin terlalu jauh,” katanya. Sebelumnya, polisi memilih lokasi di pohon yang sempat terbakar akibat ledakan pada 12 Oktober 2002. Namun polisi akhirnya mengalah pada Ali Imron.
Lokasi ketiga adalah di Terminal Ubung, di mana Idris dengan mobil taft merah menjemput Sawad, Umar Patek, dan Ali Imron. Saat itu, Sawad membawa bahan kimia yang akan diracik menjadi bom yang dibawa ke rumah di Jalan Pulau Menjangan No.18. Sore harinya, Idris kembali mengantar Umar Patek dan Mubarok ke Ubung.
Rekonstruksi berlanjut di sebuah rumah kos di Jalan Gatot Subroto II No. 11, Denpasar, tempat Idris dan Imam melakukan perencanaan. Yang kemudian dilanjutkan ke pertigaan Legian, di mana Ali Imron mengantarkan Jimi dan Igbal untuk membawa mobil menuju Sari Club. Lokasi terakhir adalah di Ground Zero, dimulai dengan peragaan Ali Imron dan Imam Samudera ketika melakukan survei di Sari Club dan Paddys Café.
Adegan dilanjutkan ketika Igbal dan Jimi membawa mobil L300 ke depan peledakan bom. Setelah Igbal membawa bom rompi ke Paddys, Jimi meledakkan bom mobil di Sari Club.
Proses rekonstruksi disaksikan Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Polisi Totoy Herawan Indra. Namun ia enggan berkomentar terkait proses rekonstruksi tersebut. “Ini masih proses, kewajiban kami hanya mengamankan,” katanya di Ground Zero, Legian. Mengenai lokasi persidangan, hingga saat ini pihaknya belum memberikan kepastian.(ROFIQI HASAN)
SENKOM DENPASAR

Sumber: Tempointeraktif

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s